AR & 3D Tersedia Aplikasi Mobile Android dengan fitur Augmented Reality kamera: Gastronomi Kalbar AR
WBTb 2017 Indonesia No. SK: 201700539

Tradisi Makan Besaprahan Melayu

Bukan sekadar perjamuan santap makan, melainkan puncak tata krama dan perekat tali silaturahmi masyarakat Melayu Kalimantan Barat yang mengedepankan kesetaraan dan keluhuran budi pekerti.

Mutiara Filosofi Adat:

"Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi."

Tiada sekat kasta di atas hamparan kain saprah; semua bersaudara di hadapan Sang Pencipta.
Asal Usul & Makna

Hakikat Tradisi Besaprah

Kata saprahan berakar dari kata bahasa Melayu-Arab "saprah" yang bermakna berhampar atau bentangan kain. Dalam upacara daur hidup masyarakat Melayu — terutama kenduri pernikahan adat (walimatul 'ursy) — saprahan adalah tata cara makan bersama di mana sekelompok tamu (lazimnya 5 hingga 6 orang) duduk bersila melingkari hidangan yang disusun di atas selembar kain saprah.

Tradisi ini diwarisi secara turun-temurun di lingkungan Kesultanan Sambas, Kesultanan Kadriah Pontianak, hingga Keraton Amantubillah Mempawah. Pada tahun 2017, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia secara resmi menetapkan Saprahan Melayu Kota Pontianak sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia domain Adat Istiadat Masyarakat, Ritus, dan Perayaan-perayaan.

Empat Nilai Luhur Saprahan

1
Kesetaraan Sosial (Egaliter) Tidak ada kursi kehormatan; pejabat, tetua, dan pemuda duduk bersila di hamparan yang sama.
2
Gotong Royong & Kebersamaan Mempersiapkan hidangan melibatkan seluruh warga kampung secara sukarela.
3
Adab & Tata Krama Santun Mengambil makanan mendahulukan orang yang lebih tua, tidak berbicara kencang saat menyantap.
4
Rasa Syukur & Keberkahan Pangan Ditutup dengan doa selamat memohon keberkahan bahtera rumah tangga kedua mempelai.
Tata Tertib Adat

Urutan Adab Jamuan Saprahan

Pelaksanaan saprahan mengikuti tata krama tertib yang sarat akan pesan penghormatan dan kesantunan Melayu:

1. Membentang Saprah

Kain putih atau kain tenun songket dihamparkan di atas lantai kayu belian atau karpet.

2. Bersila Berenam

Enam orang tamu duduk bersila saling berhadapan mengelilingi susunan hidangan secara seimbang.

3. Kobokan Berkeliling

Wadah air basuh tangan (ketur/kobokan) diedarkan mulai dari orang yang paling dituakan.

4. Doa Selamat

Jamuan diawali dengan basmalah bersama dan diakhiri dengan doa kesyukuran dan keselamatan.

Khazanah Menu

Hidangan yang Kerap Hadir dalam Saprahan

Buka Katalog Lengkap